Blog, Interior

Desain Backsplash Dapur : Kesesuaian Material dan Konsep Interior

Backsplash merupakan area dinding yang berhadapan langsung dengan meja dapur dan berfungsi sebagai pelindung baik dari air, cipratan minyak goreng maupun bahan lain yang dapat menimbulkan bekas di dinding. Selain ketahanan bahan untuk memenuhi fungsi utama, backsplash dengan material yang cantik juga dapat menjadi elemen penting dalam keindahan interior dapur.

Material yang dapat digunakan sebagai area backsplash dan paling mudah ditemukan adalah batu bata. Untuk konsep dapur tradisional atau country, backsplash dengan konsep ekspos batu bata dan dipadu dengan ekspos balok kayu adalah pilihan desain yang tepat. Kabinet dapur yang digunakan dapat berupa kabinet berwarna putih polos atau kabinet yang juga menggunakan finishing material kayu.

Exposed brick for country kitchen

Untuk mendapatkan hasil yang terkesan lebih minimalis, ringan dan bersih, perpaduan batu bata putih atau keramik bermotif batu bata berwarna putih juga dapat dipadukan dengan balok kayu dan kabinet yang juga berwarna putih. Penambahan kursi bar bermaterial besi dan kaca dapat menambah suasana modern di dapur.

Modern minimalist white kitchen

Lain halnya dengan keramik bermotif batu bata berwarna putih, backsplash berwarna hitam dengan motif yang sama dapat memberikan kesan yang lebih berkelas nan elegan di dapur. Nilai kemewahan juga dapat meningkat bila dipadukan dengan ornamen handel atau facet berwarna emas dan countertop yang menggunakan batu granit putih.

Black and gold combination for luxurious kitchen

Penggunaan backsplash dengan material yang berkilau seperti metal akan cocok bila dipadukan dengan elemen interior yang berupa invisible lamp di rak ambalan dapur. Perpaduan ini akan membuat dapur terlihat lebih futuristik dan mewah.

Keep futuristic with metal and lamps

Bagi penggemar vintage atau interior dengan konsep ala Turki, dapat menggunakan perpaduan keramik backsplash dengan berbagai motif yang ramai. Untuk vintage, dapat menggunakan keramik dengan paduan motif serupa dengan paduan berbagai macam warna. Sedangkan untuk dapur bertema Turki, umumnya menggunakan motif serupa dengan warna monokrom yang sama, seperti misalnya warna biru.

Floral pattern backsplash

Keramik motif geometrik dengan variasi warna juga dapat diterapkan untuk backsplash dapur dengan konsep interior modern kontemporer. Penggunaan warna dinding dapur juga dapat disesuaikan dengan warna keramik backsplash yang digunakan. Seperti pada gambar terlihat keramik motif geometrik berwarna hitam, putih, abu-abu muda dan peach muda yang dipadukan dengan dinding berwarna abu-abu tua, kabinet berwarna putih dan ornamen furnitur dengan material berfinishing kayu oak terang.

Geometric pattern backsplash

Untuk konsep lebih sederhana, dapat menggunakan keramik dengan satu warna saja yang dipadukan dengan furniture berwarna kontras. Sebagai pilihan, dapat menggunakan keramik backsplash berwarna hijau dengan kabinet berwarna putih. Agar lebih menarik, gunakan keramik dengan motif yang lebih menantang, semisal zigzag atau motif seperti paving block.

Ceramic with paving block pattern for backsplash

Selain keramik dan batu bata, material kayu juga dapat diterapkan di berbagai macam tema interior, mulai dari modern hingga tradisional. Namun sayangnya, bila dibandingkan dengan pendahulunya, material yang telah disebutkan sebelumnya, kayu memiliki ketahanan yang lebih rendah. Diperlukan perawatan khusus untuk material ini, seperti misalnya dilapisi dengan cat yang mengandung lateks dan enamel.

Wood backsplash

Oke, sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

Photo credit (link on picture):

zillow.com  // instagram.com/p/BE6AV73muRP  // shelterinteriordesign.blogspot.co.id // sjoystudios.com // etsy.com // marazzi.es // hurdandhoney.com // thriftydecorchick.com

Advertisements
Blog, Interior

Ide Desain Ruang Kerja Minimalis

Ruang kerja untuk rumah tidak harus memiliki ruangan tersendiri seperti halnya kamar tidur atau kamar mandi. Terlebih lagi jika rumah tinggal tidak memiliki ruang lebih untuk mengakomodasi kebutuhan ruang kerja. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk memiliki area kerja yang meskipun terbatas, namun masih dapat menampung fungsi kerja dan tentunya memiliki bentuk visual yang menarik. Misalnya seperti tulisan saya sebelumnya adalah dengan meja kerja built in.

Seperti halnya sudut ruang dalam rumah yang dapat ditambah dengan meja sederhana dengan tambahan fungsi rak di atasnya sebagai satu kesatuan. Meja kerja cantik ini dapat diletakkan di sudut dekat jendela yang dapat membantu Anda mengembalikan mood kerja dengan melihat pemandangan di luar rumah kala cinta menggoda bosan. Sebagai tips penggunaan warna yang menarik, dapat digunakan warna yang kontras dengan dinding ruang, seperti misalnya meja putih untuk dinding hitam.

Black and white corner desk

Selain sudut ruang, area kerja juga dapat ditempatkan di coakkan celah dinding, di ruang tamu atau di ruang keluarga. Untuk desain modern minimalis, area kerja dapat menggunakan meja kayu yang menggantung di dinding dengan rak berpanel tipis di bagian atas meja untuk penempatan barang atau buku. Meja dan rak dapat ditambahkan dengan backboard berfinishing yang untuk membentuk kesatuan visual.

Modern minimalist working area at home

Selain panel utuh kayu, area belakang meja kerja di sudut ruang juga dapat menggunakan rangkaian kayu palet. Selain itu, kabinet gantung yang digunakan pun dapat memiliki desain unik berupa laci-laci kecil yang juga menggunakan material kayu palet. Desain area kerja yang sempit akan tampak tidak terlalu berat dengan menggunakan meja bersistem kantilever.

Pallet wood for minimalist working area

Tak hanya menggunakan panel kayu untuk backboard, meja dan rak gantung juga akan tampak selaras dengan menambahkan wire di kedua sisinya. Dengan tambahan rangka tersebut, maka meja tulis dan rak akan tampak lebih kokoh.

Working table and floating shelves with wire system

Untuk desain yang lebih pop, finishing cat yang berbeda warna di bagian belakang meja juga dapat menjadi pilihan desain untuk area kerja. Cat kuning di dinding luas bercat putih dapat menunjukkan bahwa khusus di area kuning tersebut adalah area kerja dalam ruang yang luas.

Pop design concept of home’ working space

Meja kerja di sisi ruang juga tampak lebih menarik bila di desain dengan konsep bagian dari rangkaian kabinet built-in. Sehingga apabila tidak digunakan hanya akan tampak sebagai tempat display aksesoris interior rumah.

Built-in furniture of working area

Namun, jika lebih senang dengan area kerja yang terkesan bersih, dapat digunakan model yang tersimpan di balik kabinet sebagai kamuflase. Selain menggunakan meja gantung dan rak ambalan, penambahan lampu gantung pun bisa diterapkan, bila perlu. Pintu kabinet ini dapat ditutup bila area kerja tidak digunakan dan ruang akan tampak lebih rapi.

Invisible working space

Pemanfaatan ruang bawah tangga juga merupakan salah satu alternatif ide yang sangat menarik. Tambahkan meja dengan bentuk letter L, rak ambalan dan kabinet beroda yang mudah dipindah. Dengan pemanfaatan ruang bawah tangga ini, maka tidak akan ada ruang yang terbuang sia-sia di dalam interior rumah.

Under stair working space

Oke, sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

 

Photo credit (link on picture):
decorspace.net// id.pinterest.com/toutemadeco/ // margotmagazine.com.br // decoist.com // wearefound.com // lokoloko.es // homeadore.com //  contemporist.com

Blog, Interior

Walk in Closet

Walk in closet merupakan tempat penyimpanan yang memiliki fungsi sama dengan lemari pakaian hanya saja memiliki ruang yang lebih luas. Tak hanya pakaian, walk in closet juga mampu menampung tas, sepatu dan juga aksesori penampilan. Di Indonesia, walk in closet umumnya dimiliki oleh kalangan menengah ke atas karena mereka memiliki banyak barang yang harus disimpan dan kebetulan juga memiliki ruang yang luas di tempat tinggal mereka.

Ruang yang digunakan untuk walk in closet dapat berada di dalam kamar tidur maupun di luar area kamar tidur yang menggunakan ruang tersendiri. Untuk di dalam kamar tidur, sebenarnya terdapat berbagai macam alternatif yang dapat digunakan. beberapa di antaranya adalah memanfaatkan ruang di belakang tempat tidur atau menjadikannya ruang penghubung antara area tidur dan kamar mandi dalam.

Alternative plan of walk in closet 

Panjang walk in closet yang digunakan disesuaikan dengan panjang ruangan yang tersedia, sedangkan lebarnya bervariasi antara 30 cm, 45 cm hingga 60 sm. Selain itu, jika memiliki dua lemari yang berhadapan, jarak di antaranya paling tidak adalah 1 meter.

Height standard of clothing hanger

Jika ingin menggunakan ruang walk in closet yang tidak menggunakan pintu, pilihan desainnya adalah menggunakan konsep perbedaan level lantai kira-kira 1 meter. Dengan menggunakan material yang sama antara lantai, plafon dan lemari pakaian, walk in closet Anda akan terlihat lebih unik dan menyatu dengan ruangan.

Upper level of walk in closet

Untuk kamar tidur dengan walk in closet di dalamnya namun tidak memiliki ruang yang luas, dapat memanfaatkan area di belakan tempat tidur. Batasi walk in closet dengan kamar tidur menggunakan partisi cantik atau dinding kamuflase yang sering disebut dengan false wall.

False wall behind bed

Selain itu kombinasi warna dinding dan rak dengan pintu wardrobe yang unik dapat membuat walk in closet semakin cantik. Semisal menggunakan kombinasi warna biru muda atau warna pastel lain dengan parket kayu berwarna terang ditambah pintu berlubang dengan motif lingkaran.

Pastel color of walk in closet

Walk in closet dua lantai dapat digunakan apabila memiliki banyak  barang yang perlu disimpan ataupun juga untuk yang ingin menerapkan konsep display di walk in closet pribadi.

Two stairs walk in closet

Selain lemari, furnitur lain yang memungkinkan untuk ditambahkan dalam walk in closet dapat berupa island cabinet yang serupa dengan island table di dapur. Kabinet ini dapat dilengkapi display di bagian atasnya dengan kaca transparan sebagai tempat untuk menyimpan perhiasan atau jam tangan. Selain itu, kabinet ini juga dapat dilengkapi dengan tempat duduk.

White walk-in closet

Selain kabinet, walk in closet juga dapat dilengkapi dengan cermin, seperti misalnya standing mirror atau kaca dinding. Akan lebih cantik bila menggunakan invisible light di belakang kaca maupun di bagian bawah lemari.

Luxurious walk-in closet with invisible light

Oke, sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

 

Photo credit (link on picture):
houseplanshelper.com // ignant.com // instagram.com // home-designing.com // homeadore.com // decorpad.com // desiretoinspire.net

Blog, Interior

Industrial Bedroom Stuff

Setelah membahas tentang kamar tidur berkonsep industrial, maka pada episode kali ini saya akan berbagi beberapa gambar mengenai industrial bedroom stuff yang cukup menarik. Diawali dengan penggunaan nightstand dari beberapa barang bekas yang mungkin tak terpakai.

Anda dapat menggunakan tong yang dicat hitam agar memiliki efek lebih netral dan maskulin di kamar tidur berkonsep industrial.

Black barrel for nightstand

Atau Anda juga bisa menggunakan batako putih yang disusun sedemikian rupa agar selain berfungsi sebagai nightstand juga dapat digunakan sebagai rak penempatan buku maupun bunga.

White concrete bricks for urban style nightstand

Setelah nightstand, aksesoris lainnya adalah lampu. Aksesori lampu yang biasa diletakkan di nightstand, dapat dipasang dengan cara menggantung di bagian atas ranjang.

Decorative hanging lamp

Cara lain adalah dengan menggunakan lampu dengan modifikasi pipa yang dipasang di dinding dan mengarah ke ranjang dan berfungsi untuk lampu baca.

Decorative industrial lamp

Kaca yang digunakan untuk aksesori dalam kamar tidur berkonsep industrial dapat berupa kaca besar berpigura kayu ataupun metal yang dipasang dengan cara digantung di dinding maupun diletakkan di lantai dan disandarkan di dinding.

Decorative hanging mirror
Decorative standing lamp

Jika tidak menggunakan wardrobe untuk menyimpan pakaian, Anda dapat menggunakan gantungan pipa.

Clothes hanger stand

Begitu pun buku juga dapat disimpan dengan menggunakan rak pipa besi alih-alih menggunakan rak kayu.

Decorative bookshelf

Oke, sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

Photo credit (link on picture):
mood.com.br // dwell.com // imagesingrayscale.tumblr.com // thenew.nz // homedit.com // hunker.com // rackbuddy.dk // postris.com

Blog, Interior

Industrial Design untuk Kamar Tidur

Industrial design untuk tema interior selalui memukau saya, entah kenapa. Eh, mungkin karena sering nonton film bule kali ya, bule Eropa atau Amerika bukan bule Asia, jadi membuat diriku ini seringkali terbawa suasana di dalamnya, gitu. Suka sekali dengan gaya industrial yang pada umumnya memakai dinding ekspos batu bata, frame besi untuk kusen jendela yang jendelanya super gede dan model plafon atau lantai yang unfinished.

Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, hal paling mendasar yang membuat saya jatuh cinta adalah karena tema industrial itu lebih maskulin tapi tetap masih ada unsur hangat dan bersahabat, dikiranya jargon radio. Tidak seperti tema gothic yang cenderung terlalu gelap kadang mistis dan maskulin, atau tema rustic yang hangat hangat tai kucing tapi tidak terlalu maskulin.

Industrial room

Nah, model interior seperti itu yang sering saya idam-idamkan untuk tempat tinggal nanti kalo saya punya apartemen sendiri, yaelah kapan. Kalau Anda sudah pernah nonton filmnya Anne Hathaway dan Robert de Niro yang berjudul The Intern dan yang kebetulan juga sudah pernah saya review interiornya di sini, beuuhh… saya jatuh cinta setengah mati dengan interior kantornya. Office’s interior design in white industrial concept with a little bit modern furniture accents. Top!

Nah, berhubung saya lagi demen-demennya nih sama interior style yang berbau industrial, ini loo… saya mau berbagi gambar-gambar kamar tidur yang bernuansa industrial. Semoga kelak saya bisa bikin kamar dengan konsep seperti ini dan pasangan nanti juga mau-mau aja kalau kamarnya dibikin gitu. Setdah, curcol.

Unfinished wall of industrial design bedroom.

Cara paling sederhana, namun tidak semudah membalik telapak tangan, karena logikanya harus menggunakan tukang untuk mewujudkan mimpi membangun kamar tidur industrial adalah dengan membiarkan dinding dengan tampilan unfinished berupa semen. Untuk lantai, Anda dapat membiarkannya seperti finishing dinding atau dapat juga menggunakan lantai kayu untuk kesan yang lebih hangat. Plafon dapat dicat dengan warna putih agar interior tampak lebih terang dan frame jendela dapat menggunakan warna hitam. Tanpa perabot yang berlebihan, Anda sudah bisa membuat industrial bedroom untuk tema kamar tidur.

Exposed brick wall

Atau jika tidak ingin menggunakan dinding dengan finishing semen, Anda dapat menerapkan ekspos batu bata di salah satu dinding. Semisal di bagian belakang tempat tidur sebagai salah satu elemen desain yang menarik. Untuk night lamp, Anda dapat menggunakan lampu bohlam sederhana yang digantung di atas nightstand.

White brick wall

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan dinding ekspos batu bata bercat putih yang dikombinasi dengan dinding polos berwarna hitam. Kombinasi ini akan membuat kamar tidur berkonsep industrial terlihat lebih bersih dan sedikit modern. Terlebih bila dipadu dengan plafon kayu dan aksesori interior seperti lampu modern dan gambar berupa quote dengan warna dasar putih seputih hati ini.

Modern industrial design of bedroom

Untuk nuansa yang lebih modern lagi, dinding ekspos di bagian belakang headboard dapat ditambahkan dengan invisible light. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan mural berupa quote yang langsung diaplikasikan di dinding. Aksesoris interior seperti hanging shelf atau modern industrial lamp yang digantung di plafon juga dapat digunakan untuk menghias kamar tidur. Hindari untuk menggantung mantan di plafon.

Industrial and scandinavian design of white bedroom

Bagi pecinta konsep Scandinavian, dapat juga mengkombinasikan tema industrial dengan sedikit sentuhan skandinavian di dalam kamar tidur. Anda dapat menggunakan kamar dengan konsep all-in-white yang merupakan ciri khas dari Scandinavian style, tapi dengan bentukan ruang interior industrial yang terlihat di model jendela dan plafon yang digunakan, serta aksesoris seperti pintu untuk headboard dan rak besi untuk tempat penyimpanan. Setelah itu tambahkan aksen bangku kayu dengan finishing natural untuk menguatkan sentuhan skandinavian pada interior kamar tidur berkonsep industrial.

Classic bedroom with exposed brick wall

Nah, untuk pecinta klasik yang memiliki keinginan terpendam ber-kamartidur-kan ruangan bertema industrial, Anda masih bisa mengkombinasikan ruangan industrial dengan perabot klasik yang Anda miliki. Alih-alih menggunakan ruangan klasik yang umumnya menggunakan dinding berukir dan berwarna salem seperti misalnya krem, putih tulang, atau warna klasik lain, Anda bisa coba dengan dinding ekspos batu bata berkombinasi finishing semen yang unfinished. Nah lo, finishing yang unfinished.

Vintage and industrial design bedroom

Tak ketinggalan untuk kawula muda pecinta vintage, kamar industrial pun akan lebih cantik dan menarik jika dipadu dengan ranjang berbentuk rangkaian pipa besi. Bisa menggunakan warna hitam, abu-abu atau putih sesuai kondisi hati yang diinginkan.

Seperti yang kita tahu, memang kamar tidur dengan tema industrial ini lebih cenderung berefek maskulin. Untuk itu jika ada pasangan yang belum sepakat, misalnya si cowok ingin tema maskulin tapi si cewek tidak, maka jalan tengah yang dapat diambil mungkin dapat menggunakan interior bertema industrial tapi menggunakan bed sheet berupa bunga-bunga seperti gambar di bawah ini. Jangan sampai karena konsep kamar yang tak kunjung ketemu, jadi berpisah sebelum menikah ya.

Floral bed sheet of industrial design bedroom

Mmm.. tapi jujurly, kalau melihat gambar di atas kok mata saya ga kepengen melek ya. Mungkin lebih baik seperti gambar di bawah. Tidak perlu menggunakan motif bunga, cukup dengan pemilihan warna saja. Tapi ya kembali, sesuai dengan selera yang menggunakan. Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

Vintage bedroom

 

 

Photo credit (link on picture):
candnphoto.wordpress.com // trendland.com // muralswallpaper.co.uk // pinterest.com/futuristarch // casinhacolorida-simone.blogspot.co.id // theultralinx.com // imgfave.com //  bloglovin.com // mywarehousehome.com

Blog, Interior

Home Library

Adalah salah satu cita-cita saya yang punya hobi membaca untuk memiliki perpustakaan pribadi di rumah sendiri suatu hari nanti (aamiin). Permasalahan muncul ketika kita tidak memiliki space yang terlalu luas seluas benua Asia untuk membuat salah satu ruangan tersendiri  yang difungsikan sebagai perpustakaan pribadi atau istilah kerennya home library.

Namun, tidak usah berkecil hati dan berputus asa, apalagi menimbun kembali mimpi untuk membuat perpustakaan di rumah tinggal sendiri. Ini loo… beberapa ide desain perpustakaan rumah yang tidak menyita terlalu banyak tempat yang sudah saya kumpulkan . Hitung-hitung sebagai ikhtiar dan doa agar mimpi saya untuk memiliki home library bisa tercapai suatu hari nanti (AAMIIN). Bolehlah ikhtiar ngumpulin foto desainnya dulu (dan ngumpulin buku tentunya).

Rak buku di koridor rumah tinggal
Rak buku di koridor rumah tinggal

Area koridor merupakan area yang sangat tepat untuk meletakkan rak buku yang menjulang tinggi di dinding daripada dibiarkan kosong tanpa fungsi seperti hati para jomblo yang sepi sendiri. Namun untuk kebutuhan itu, Anda perlu membuat koridor yang lebih lebar dari biasanya. Bisa menggunakan lebar 140-150 cm, 120 cm untuk area sirkulasi dua orang dan 20-30 cm untuk lebar rak buku.

Custom Home Library Design
Rak dinding diagonal

Rak buku yang tidak biasa juga dapat diaplikasikan di salah satu dinding ruangan, misalnya ruang tamu atau ruang keluarga. Dengan begitu, selain memiliki area perpustakaan di salah satu ruang, rak buku juga dapat menjadi salah satu elemen desain yang dapat menarik perhatian, terutama bila dilengkapi dengan lampu downlight.

03
Rak dinding belakang tangga

Nah, untuk yang memiliki rumah dua lantai, area penempatan buku juga dapat diletakkan di bagian belakang tangga. Tempatkan sofa tepat di bawah tangga agar area tersebut memiliki fungsi lebih sebagai area duduk untuk home library Anda.

04.jpg
Rak buku anak tangga

Tak hanya dinding belakang tangga, anak tangga pun dapat juga berfungsi sebagai rak buku yang unik dan menarik. Untuk menggunakan konsep ini, Anda membutuhkan anak tangga yang lebih panjang dari ukuran standar. Hal ini dapat memungkinkan untuk Anda menggunakan anak tangga tersebut untuk tempat duduk ketika sedang membaca.

05
Rak buku belakang headboard

Untuk Anda yang memiliki apartemen atau loft dan tidak memiliki space yang dapat dibanggakan kehadirannya untuk difungsikan sebagai perpustakaan, tak perlu resah dan gelisah. Fungsikan saja area dinding di bagian belakang headboard tempat tidur untuk rak buku. Desain simple pun dapat menjadi elemen desain yang menarik. Selamat, Anda sudah menerapkan konsep less is more!

06.jpg
Rak buku bawah atap

Ruang bawah atap yang sering terlupakan seperti mantan juga dapat dimaksimalkan fungsinya dengan membuat perpustakaan mini. Tempatkan rak gantung rendah di salah satu dinding dan alas berupa karpet dan bantalan sebagai tempat untuk leyeh-leyeh sembari membaca buku.

07.jpg
Rak buku gantung

Untuk Anda yang memiliki rumah dengan langit-langit tinggi, setinggi cita-cita generasi muda untuk meraih mimpi, Anda dapat menempatkan rak buku di salah satu dinding dan dilengkapi dengan tangga geser. Konsep ini dapat difungsikan di beberapa area, seperti misalnya ruang tamu, ruang keluarga atau bahkan ruang makan. Tapi saya tidak terlalu menyarankan konsep ini diaplikasikan di kamar mandi atau garasi, kecuali jika Anda termasuk orang yang anti mainstream.

08.jpg
Rak buku island cabinet

Untuk ibu-ibu kutu buku yang hobi memasak dan sering menghabiskan waktu di dapur, bagian bawah island cabinet juga dapat difungsikan sebagai rak buku cantik, meskipun tidak bisa maju mundur, maju mundur cantik, duh! Hal ini juga memungkinkan untuk bar area digunakan sebagai ruang baca di dapur.

Inilah kumpulan ide home library di space yang terbatas untuk rumah tinggal. Baca juga Built-in Furniture Storage untuk tambahan koleksi ide Anda. Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

Photo credit (link on picture):
media.bookbub.com // servicecentral.com.au // jenny.gr // bookshelfporn.com // cupofjo.com // homemydesign.com // glamshelf.com // carlaaston.com

Blog, Interior

Built-in Furniture: Cabinet

We can use unfamiliar furniture construction to add several functions in the built-in cabinet and also to increase its value. Usually, this extra design function is implemented in cabinet that is located around stairs, kitchen cabinet, and even wardrobe.

(1) Upward Door Cabinet

Drawer construction is usually used in stairs. However, to have wider and deeper space, it is also possible to use door that opens upward (could be placed in balustrade).

(2) TV Cabinet Under The Stairs

To maximize the function of built-in cabinet at below-stairs area, we can use the available space for TV cabinet. Instead of using a pulling door to close the door during the use, we can substitute it with a folding door. A folding door has wider range compares to a pulling door so that the space inside the TV cabinet can be freed from the divider.

(3) Shoe Rack

Adding shoe rack in a built-in wardrobe is also possible. But to save space, it is better to use shelf with rail so the shelf opening is by pulling the shelf towards us.

(4) High Cabinet in Kitchen

The same application as the shoe rack is also applicable in the kitchen. It is possible to use this kind of shelf for bottle container, and even the spices container.

(5) Cabinet in Laundry Room

We can also apply built-in cabinet in the laundry room. A simple design below a window that the space within can be used to put the washing machine. And then, the hanging cabinet is put around the window.

Photo credit :
pinterest.com // iconhomedesign.com // deavita.net // drinkbaar.com

Blog, Interior

Built-in Furniture: Desk

Built-in desk has two concepts, opened and closed. An open design is a design where we can see the shape of the table, shelf and cabinet. We usually find them in a room, workspace or an office. While for the closed design, you can find it in places that we do not usually use to work, such as living room and kitchen. The definition of a closed design is a desk that if you don’t use it, it will look like a cupboard because of the closed door.

(1) Workspace

 

In a bedroom we should use a minimalist built-in desk (still follow the bedroom interior theme), so that the room will look more spacious. For example, we can use the combination of hanging table and cabinet in white or beige color. Also, we can add a contrast color panel that connects the wall with the desk and shelf.

(2) Bedroom Desk

 

It is not a common idea if we put built-in desk in the kitchen. This is only possible for a small house or apartment. Thus, the appropriate design is by hiding the office desk in a cupboard near the kitchen cabinet. The door position can be designed to hide the desk completely (from the top of the cupboard until the floor) or partially (from the main table to the top of the cupboard).

(3) Kitchen Built-in Desk

 

Same with kitchen, living room is also not a common place for us to put an office desk. Hence, the solution is by placing the office desk in a wall curve which is covered with a folding door. In the interior design concept, we can put this small workspace next to a bathroom or a wardrobe near the door, for us to put coat and shoes.

(4) Built in Desk in Living Room

 

We can put the office desk in the corner, below the window in L-shape. We can use a hanging table design with cabinet in castors so it is movable (more flexible). While above the window, we can put a hanging bookshelf to save space. With this kind of concept, we can accommodate a small workspace in the corner of the house.

(5) Corner Small Workspace

 

 

Photo Credit :

entrepreneur.com // houseplans.com // madebymood.com // houzz.com // pinterest.com

Blog, Interior

Built-in Furniture: Seat

Seat is common furniture that every household have. The need of using seat often collides with the available space and fund. This happens because seat spends a lot of space, circulation and money. So, one of solutions to resolve this matter is by using a built-in seat. It is more practical, clean, and appropriate with the need, as well as corresponding to one of most significant interior factors, more economical.

Corner built-in seat with table.

To save the space, in the corner of the room we can place a built-in seat that becomes one with the desk. This built-in seat can be formed from a series of wood as the base and foot rest, and later on we also can add a cushion to sit and lean back.

Built-in seat with drawer below.

A curve on a living room wall, a former place for a wardrobe or shelf, can be used as a seat, too. As for the design, we can choose a knee-deep cabinet with a puff as the seat base, and a cushion for the back support. And to beautify the appearance, we can add a lamp or a painting above the seat, or, we can change the color of the curve.

Wooden hanging seat in dining room.

Dining room requires more chairs to accommodate family member or guest during a dinner party. If the space does not permit for more chairs and a large dining table, one of solution is by placing a hanging seat on one of the walls (on two sides of the wall is also possible). This way we can save some space that we will spend on the chair and table circulation. In addition, this concept will give more comfortable and cozy ambience to the dining room.

Seat with drawer as kitchen cabinet.

Kitchen needs a lot of cabinet. One of solutions to add more cabinet in the kitchen is by using under seat drawer. We can also use this concept for a small kitchen that hardly accommodate bar table and stool, or even too small to use island kitchen concept (with chair).

Outdoor hanging seat

We also need chairs for the exterior. We can use hanging seat around the poolside as well. This concept is suitable for outer area that does not have wide area for couch and table, which is usually used for exterior decoration for a swimming pool.

Blog, Interior

Built-in Furniture: Storage

Efficiency is one of the main considerations from a customer in this practical era. Customers wish to have furniture that does not take much space, but has the optimum function and is also suitable with the style of interior that they are interested with.

One of solutions for this problem is to use built-in furniture, a type of special furniture. Although built-in furniture is classified as custom furniture, it does not seem to stand alone; it is integrated and becomes part of the building. That is why built-in furniture is in the same rhythm with interior decoration, especially contemporary minimalist interior. That is also the reason why integrated built-in furniture will have smaller or compact impression, compares to the free-standing furniture with the same proportion.

Aside from its size and shape that can be adjusted with its interior (we usually call it with personal design), built-in furniture also has other advantages as follow:

  1. Saving more space since it does not disturb the circulation within the room, whereas circulation requires a lot of space in the interior lay-out
  2. Having more than one function

Shelf is one of built-in furniture application that is commonly used. Especially for minimalist interior design since it results in clean and modern furniture sequence.

01 jpg01
Built-in storage as a bookshelf.

One of built-in furniture application is by covering one side of the wall with storage (or shelf) that is designed from the floor up to the ceiling. Aside from part of decoration, this storage also has function as book shelf and accessories container. And for this storage, we can choose whether to use door or not.

01 jpg02
Built-in storage around the door.

Shelf can also be placed around the door, at the main door or even at a door that divides every room in the house. For this kind of shelf, it is better not to use a storage door so that we can optimize the function of accessories-decoration exposure.

01 jpg03
Built-in storage with bench around the window.

The placement of book shelf around a window with adding a small bench as the additional element is one of the breakthroughs in built-in furniture application of a beautiful interior design. This arrangement can also add the function of a small library in the corner of the house; reading a book while having a cup of tea and enjoying the view, what a great life!

01 jpg04
Replacement of railing with storage.

We can also use storage as the primary element in the house, such as the replacement of the railing on the second floor. This arrangement will result in a unique, clean and beautiful look without ignoring the main function.

01 jpg05
Wall unit with hanging console.

One of modern design in furniture development is the hanging TV unit. The use of hanging storage designs along the wall is one of applications from the built-in furniture. A storage concept (use door as in cabinet) that can be either closed or opened, and add console shelf on the lower part of storage to gain more function.