Blog, Lifestyle

New Chapter

I, personally, love some illustrations with many different styles of drawing. Moreover, if these pictures are added with quotes, sarcasm statement or some stuff with psychology about self-improvement. Accidentally when I scrolled through my Instagram, I found some interesting illustration page, @drawingthecurtain, and its first story is about a single woman and her thoughts.

I don’t know but, honestly, that picture is so me at this moment. In addition, I also found a beautiful comment from @melaninhijabi which attracted my attention and brought me positive vibes.

“Focus on yourself, work on yourself. Set new dreams every time and achieve them. Remember that you are precious, worthy and deserve the best. Your time will come at the right time with the right person. God is the best planner, trust him and have faith. You are your happiness and no one can keep you happy more then you can keep yourself happy. Relationships and marriage should be a bonus to your life and success, not the cause of your happiness or success. You are loved and God is saving you for the one who would truly love you. Never let society or the stereotypes to let you down or label your life. God bless you ❤”.

I believe I’m not only the one who feels same as that woman in the picture. I hope this message could be a reminder for us to live our life better and grow through life.

“One of the best things in life is realizing you are perfectly happy without the things you thought you needed most”.

Advertisements
Blog, Interior

Ruang Rahasia di Kamar Mandi

Tak jarang desain interior untuk kamar mandi sering diabaikan dalam pembangunan sebuah rumah tinggal. Pun area ini akan mendapatkan perhatian paling akhir dalam proses desain ruang dalam karena kebanyakan di dalamnya hanya membutuhkan bak mandi atau shower dan toilet. Selesai.

Padahal jika diamati lagi, cukup banyak barang yang perlu diletakkan di dalam kamar mandi. Mulai dari peralatan mandi, tisu toilet hingga sikat dan sabun pembersih kamar mandi. Sebenarnya banyak cara yang dapat digunakan untuk membuat kamar mandi tampak lebih bersih dan rapi dengan menggunakan beberapa desain ruang rahasia atau kabinet tersembunyi yang tidak pernah disangka dan tak pernah diduga. Penasaran ga? Keep on reading.

Pertama, untuk menyimpan tisu toilet, dapat menggunakan kabinet yang membatasi westafel dan toilet. Dengan konsep kabinet berupa pintu swing tanpa handle, maka kabinet ini sekilas akan tampak seperti halnya dinding biasa.

Selain menggunakan pintu swing, kabinet penyimpanan juga dapat menggunakan konsep struktur kabinet seperti halnya laci, yaitu menggunakan pintu tarik. Kabinet ini dapat diletakkan di sebelah bathub sebagai tempat penyimpanan shampoo atau sabun mandi.

Selain itu kabinet tarik juga dapat diletakkan di bagian atas. Jika tidak ingin menggunakan knop untuk membuka kabinet, dapat diganti dengan gantungan handuk sebagai kamuflase.

Tak hanya di area bathub, kabinet tarik juga dapat diaplikasikan di belakang cermin yang terletak di area westafel. Ruang rahasia ini dapat digunakan untuk menyimpan alat mandi seperti sikat gigi, sabun wajah atau obat kumur.Handuk merupakan barang yang wajib ada di sebuah kamar mandi. Alih-alih menggunakan lemari handuk, dapat digunakan kabinet rahasia di samping bathub dengan struktur pintu flip-down.

Lain halnya dengan pengguna yang juga butuh area laundry di dalam kamar mandi. Kabinet besar yang memenuhi satu sisi dinding dan menyerupai dinding dengan pintu yang bersih dari handle dapat diaplikasikan sebagai tempat penyimpanan mesin cuci. Dengan begini, kamar mandi tidak akan terlihat terlalu penuh dan tampak lebih bersih dan rapi.

Untuk tempat peyimpanan pembersih kamar mandi dan sikat, dapat menggunakan kabinet built-in kecil yang tertanam di dalam dinding di sebelah toilet.

Last but not least, area penyimpanan saklar. Agar dinding terlihat bersih dari saklar, dapat digunakan metode desain menyimpan saklar di dalam laci. Saklar dibutuhkan bagi pengguna yang sering menggunakan hair-dryer atau catokan rambut di dalam kamar mandi.

Oke, sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

Photo credit (link on picture):

houzz.com // pinterest.com // praxis.nl // omglifestyle.com // overstock.com // napadynavody.sk

Blog, Interior

Banquette Seating, Apa Sih?

Istilah banquette seating mungkin tidak terlalu populer di dunia interior Indonesia. Terlebih lagi untuk interior rumah tinggal, karena banquette seating memang jarang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Jadi sebenarnya, apa sih banquette seating itu?

Banquette seating merupakan sebuat tempat duduk permanen menyerupai bangku panjang yang sering digunakan untuk tempat duduk di restoran. Umumnya banquette seating berupa tempat duduk built-in atau custom yang desainnya disesuaikan dengan keadaan ruangan. Untuk area rumah tinggal, penggunaan banquette seating di ruang makan ditujukan untuk menghemat tempat karena juga memiliki manfaat mengurangi space yang dibutuhkan untuk area sirkulasi antara dapur dan ruang makan. Tak heran jika banquette seating ini diaplikasikan pada ruang sempit atau apartemen.

Tipe banquette seating yang dapat digunakan pun beragam macamnya. Banquette seating yang paling sering digunakan adalah tipe L yang diletakkan di sudut ruangan dan diletakkan dekat dengan jendela. Penambahan kabinet built-in akan dapat mempercantik dan menambah fungsi area makan.

Letter L banquette seating

Untuk apartemen dengan luas ruang terbatas, banquette seating dapat menggunakan model memanjang biasa seperti bangku yang diletakkan di sudut ruang bersebalahan dengan kitchen cabinet. Penambahan kursi makan ukuran single dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna.

Banquette seating in small space

Selain bersebelahan dengan kabinet dapur, banquette seating juga dapat menggunakan konsep built-in yang dikelilingi kabinet dapur di bagian samping dan atas. Selain itu di bagian bawah banquette seating juga dapat digunakan sebagai area penyimpanan berupa laci.

Built-in storage with banquette seating

Single banquette seating untuk dapur juga akan lebih cantik bila diletakkan di dekat jendela secara berhadapan dan ditambah dengan meja kecil permanen. Selain menghemat tempat, konsep ini juga akan menambah keintiman dan suasana romantis untuk penghuni yang menggunakan area makan tersebut.

Personal banquette seating for kitchen

Untuk mengakomodasi penghuni yang lebih banyak, konsep banquette seating berhadapan dapat menggunakan ukuran yang lebih panjang. Untuk memasukkan area outdoor ke dalam ruangan, selain penggunaan jendela transparan juga dapat menggunakan skylight yang juga dapat berfungsi untuk memasukkan sinar matahari.

Wood banquette seating

Skylight dan banquette seating berkonsep built-in yang dimasukkan di dalam dinding merupakan perpaduan desain yang menarik. Terlebih lagi jika ditambahkan dengan rak built-in dan aksesori lain seperti lampu dinding maupun lukisan. Penggunaan meja dan bangku kayu dapat menambah suasan skandinavian pada ruang makan modern.

Dining room with banquette seating and skylight

Untuk konsep modern maupun kontemporer pada sebuah ruang makan dapat ditambahkan invisible light di belakang dinding banquette seating dan lampu gantung modern. Desain yang digunakan untuk banquette seating pun lebih minimalis berupa papan kayu dengan kabinet berwarna putih tertutup yang terkesan bersih dan modern.

Modern dining room with banquette seating and invisible light

Bagi mereka yang memiliki dapur berarea luas dengan konsep mewah, dapat menggunakan banquette seating di bagian tengah dapur yang menjadi satu dengan island cabinet. Penggunaan meja kayu bulat bernuansa klasik yang tidak terlalu besar dapat melengkapi banquette seating agar terlihat lebih manis.

Island cabinet with banquette seating

Oke, sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

Photo credit (link on picture):

aboututilitybilling.com // domino.com // pinterest.com // homstuff.com // mundofachadas.com // pin-insta-decor.com

Blog, Interior

Desain Backsplash Dapur : Kesesuaian Material dan Konsep Interior

Backsplash merupakan area dinding yang berhadapan langsung dengan meja dapur dan berfungsi sebagai pelindung baik dari air, cipratan minyak goreng maupun bahan lain yang dapat menimbulkan bekas di dinding. Selain ketahanan bahan untuk memenuhi fungsi utama, backsplash dengan material yang cantik juga dapat menjadi elemen penting dalam keindahan interior dapur.

Material yang dapat digunakan sebagai area backsplash dan paling mudah ditemukan adalah batu bata. Untuk konsep dapur tradisional atau country, backsplash dengan konsep ekspos batu bata dan dipadu dengan ekspos balok kayu adalah pilihan desain yang tepat. Kabinet dapur yang digunakan dapat berupa kabinet berwarna putih polos atau kabinet yang juga menggunakan finishing material kayu.

Exposed brick for country kitchen

Untuk mendapatkan hasil yang terkesan lebih minimalis, ringan dan bersih, perpaduan batu bata putih atau keramik bermotif batu bata berwarna putih juga dapat dipadukan dengan balok kayu dan kabinet yang juga berwarna putih. Penambahan kursi bar bermaterial besi dan kaca dapat menambah suasana modern di dapur.

Modern minimalist white kitchen

Lain halnya dengan keramik bermotif batu bata berwarna putih, backsplash berwarna hitam dengan motif yang sama dapat memberikan kesan yang lebih berkelas nan elegan di dapur. Nilai kemewahan juga dapat meningkat bila dipadukan dengan ornamen handel atau facet berwarna emas dan countertop yang menggunakan batu granit putih.

Black and gold combination for luxurious kitchen

Penggunaan backsplash dengan material yang berkilau seperti metal akan cocok bila dipadukan dengan elemen interior yang berupa invisible lamp di rak ambalan dapur. Perpaduan ini akan membuat dapur terlihat lebih futuristik dan mewah.

Keep futuristic with metal and lamps

Bagi penggemar vintage atau interior dengan konsep ala Turki, dapat menggunakan perpaduan keramik backsplash dengan berbagai motif yang ramai. Untuk vintage, dapat menggunakan keramik dengan paduan motif serupa dengan paduan berbagai macam warna. Sedangkan untuk dapur bertema Turki, umumnya menggunakan motif serupa dengan warna monokrom yang sama, seperti misalnya warna biru.

Floral pattern backsplash

Keramik motif geometrik dengan variasi warna juga dapat diterapkan untuk backsplash dapur dengan konsep interior modern kontemporer. Penggunaan warna dinding dapur juga dapat disesuaikan dengan warna keramik backsplash yang digunakan. Seperti pada gambar terlihat keramik motif geometrik berwarna hitam, putih, abu-abu muda dan peach muda yang dipadukan dengan dinding berwarna abu-abu tua, kabinet berwarna putih dan ornamen furnitur dengan material berfinishing kayu oak terang.

Geometric pattern backsplash

Untuk konsep lebih sederhana, dapat menggunakan keramik dengan satu warna saja yang dipadukan dengan furniture berwarna kontras. Sebagai pilihan, dapat menggunakan keramik backsplash berwarna hijau dengan kabinet berwarna putih. Agar lebih menarik, gunakan keramik dengan motif yang lebih menantang, semisal zigzag atau motif seperti paving block.

Ceramic with paving block pattern for backsplash

Selain keramik dan batu bata, material kayu juga dapat diterapkan di berbagai macam tema interior, mulai dari modern hingga tradisional. Namun sayangnya, bila dibandingkan dengan pendahulunya, material yang telah disebutkan sebelumnya, kayu memiliki ketahanan yang lebih rendah. Diperlukan perawatan khusus untuk material ini, seperti misalnya dilapisi dengan cat yang mengandung lateks dan enamel.

Wood backsplash

Oke, sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

Photo credit (link on picture):

zillow.com  // instagram.com/p/BE6AV73muRP  // shelterinteriordesign.blogspot.co.id // sjoystudios.com // etsy.com // marazzi.es // hurdandhoney.com // thriftydecorchick.com

Blog, Interior

Ide Desain Ruang Kerja Minimalis

Ruang kerja untuk rumah tidak harus memiliki ruangan tersendiri seperti halnya kamar tidur atau kamar mandi. Terlebih lagi jika rumah tinggal tidak memiliki ruang lebih untuk mengakomodasi kebutuhan ruang kerja. Banyak cara yang dapat ditempuh untuk memiliki area kerja yang meskipun terbatas, namun masih dapat menampung fungsi kerja dan tentunya memiliki bentuk visual yang menarik. Misalnya seperti tulisan saya sebelumnya adalah dengan meja kerja built in.

Seperti halnya sudut ruang dalam rumah yang dapat ditambah dengan meja sederhana dengan tambahan fungsi rak di atasnya sebagai satu kesatuan. Meja kerja cantik ini dapat diletakkan di sudut dekat jendela yang dapat membantu Anda mengembalikan mood kerja dengan melihat pemandangan di luar rumah kala cinta menggoda bosan. Sebagai tips penggunaan warna yang menarik, dapat digunakan warna yang kontras dengan dinding ruang, seperti misalnya meja putih untuk dinding hitam.

Black and white corner desk

Selain sudut ruang, area kerja juga dapat ditempatkan di coakkan celah dinding, di ruang tamu atau di ruang keluarga. Untuk desain modern minimalis, area kerja dapat menggunakan meja kayu yang menggantung di dinding dengan rak berpanel tipis di bagian atas meja untuk penempatan barang atau buku. Meja dan rak dapat ditambahkan dengan backboard berfinishing yang untuk membentuk kesatuan visual.

Modern minimalist working area at home

Selain panel utuh kayu, area belakang meja kerja di sudut ruang juga dapat menggunakan rangkaian kayu palet. Selain itu, kabinet gantung yang digunakan pun dapat memiliki desain unik berupa laci-laci kecil yang juga menggunakan material kayu palet. Desain area kerja yang sempit akan tampak tidak terlalu berat dengan menggunakan meja bersistem kantilever.

Pallet wood for minimalist working area

Tak hanya menggunakan panel kayu untuk backboard, meja dan rak gantung juga akan tampak selaras dengan menambahkan wire di kedua sisinya. Dengan tambahan rangka tersebut, maka meja tulis dan rak akan tampak lebih kokoh.

Working table and floating shelves with wire system

Untuk desain yang lebih pop, finishing cat yang berbeda warna di bagian belakang meja juga dapat menjadi pilihan desain untuk area kerja. Cat kuning di dinding luas bercat putih dapat menunjukkan bahwa khusus di area kuning tersebut adalah area kerja dalam ruang yang luas.

Pop design concept of home’ working space

Meja kerja di sisi ruang juga tampak lebih menarik bila di desain dengan konsep bagian dari rangkaian kabinet built-in. Sehingga apabila tidak digunakan hanya akan tampak sebagai tempat display aksesoris interior rumah.

Built-in furniture of working area

Namun, jika lebih senang dengan area kerja yang terkesan bersih, dapat digunakan model yang tersimpan di balik kabinet sebagai kamuflase. Selain menggunakan meja gantung dan rak ambalan, penambahan lampu gantung pun bisa diterapkan, bila perlu. Pintu kabinet ini dapat ditutup bila area kerja tidak digunakan dan ruang akan tampak lebih rapi.

Invisible working space

Pemanfaatan ruang bawah tangga juga merupakan salah satu alternatif ide yang sangat menarik. Tambahkan meja dengan bentuk letter L, rak ambalan dan kabinet beroda yang mudah dipindah. Dengan pemanfaatan ruang bawah tangga ini, maka tidak akan ada ruang yang terbuang sia-sia di dalam interior rumah.

Under stair working space

Oke, sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

 

Photo credit (link on picture):
decorspace.net// id.pinterest.com/toutemadeco/ // margotmagazine.com.br // decoist.com // wearefound.com // lokoloko.es // homeadore.com //  contemporist.com

Blog, Interior

Walk in Closet

Walk in closet merupakan tempat penyimpanan yang memiliki fungsi sama dengan lemari pakaian hanya saja memiliki ruang yang lebih luas. Tak hanya pakaian, walk in closet juga mampu menampung tas, sepatu dan juga aksesori penampilan. Di Indonesia, walk in closet umumnya dimiliki oleh kalangan menengah ke atas karena mereka memiliki banyak barang yang harus disimpan dan kebetulan juga memiliki ruang yang luas di tempat tinggal mereka.

Ruang yang digunakan untuk walk in closet dapat berada di dalam kamar tidur maupun di luar area kamar tidur yang menggunakan ruang tersendiri. Untuk di dalam kamar tidur, sebenarnya terdapat berbagai macam alternatif yang dapat digunakan. beberapa di antaranya adalah memanfaatkan ruang di belakang tempat tidur atau menjadikannya ruang penghubung antara area tidur dan kamar mandi dalam.

Alternative plan of walk in closet 

Panjang walk in closet yang digunakan disesuaikan dengan panjang ruangan yang tersedia, sedangkan lebarnya bervariasi antara 30 cm, 45 cm hingga 60 sm. Selain itu, jika memiliki dua lemari yang berhadapan, jarak di antaranya paling tidak adalah 1 meter.

Height standard of clothing hanger

Jika ingin menggunakan ruang walk in closet yang tidak menggunakan pintu, pilihan desainnya adalah menggunakan konsep perbedaan level lantai kira-kira 1 meter. Dengan menggunakan material yang sama antara lantai, plafon dan lemari pakaian, walk in closet Anda akan terlihat lebih unik dan menyatu dengan ruangan.

Upper level of walk in closet

Untuk kamar tidur dengan walk in closet di dalamnya namun tidak memiliki ruang yang luas, dapat memanfaatkan area di belakan tempat tidur. Batasi walk in closet dengan kamar tidur menggunakan partisi cantik atau dinding kamuflase yang sering disebut dengan false wall.

False wall behind bed

Selain itu kombinasi warna dinding dan rak dengan pintu wardrobe yang unik dapat membuat walk in closet semakin cantik. Semisal menggunakan kombinasi warna biru muda atau warna pastel lain dengan parket kayu berwarna terang ditambah pintu berlubang dengan motif lingkaran.

Pastel color of walk in closet

Walk in closet dua lantai dapat digunakan apabila memiliki banyak  barang yang perlu disimpan ataupun juga untuk yang ingin menerapkan konsep display di walk in closet pribadi.

Two stairs walk in closet

Selain lemari, furnitur lain yang memungkinkan untuk ditambahkan dalam walk in closet dapat berupa island cabinet yang serupa dengan island table di dapur. Kabinet ini dapat dilengkapi display di bagian atasnya dengan kaca transparan sebagai tempat untuk menyimpan perhiasan atau jam tangan. Selain itu, kabinet ini juga dapat dilengkapi dengan tempat duduk.

White walk-in closet

Selain kabinet, walk in closet juga dapat dilengkapi dengan cermin, seperti misalnya standing mirror atau kaca dinding. Akan lebih cantik bila menggunakan invisible light di belakang kaca maupun di bagian bawah lemari.

Luxurious walk-in closet with invisible light

Oke, sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

 

Photo credit (link on picture):
houseplanshelper.com // ignant.com // instagram.com // home-designing.com // homeadore.com // decorpad.com // desiretoinspire.net

Blog, Interior

Industrial Bedroom Stuff

Setelah membahas tentang kamar tidur berkonsep industrial, maka pada episode kali ini saya akan berbagi beberapa gambar mengenai industrial bedroom stuff yang cukup menarik. Diawali dengan penggunaan nightstand dari beberapa barang bekas yang mungkin tak terpakai.

Anda dapat menggunakan tong yang dicat hitam agar memiliki efek lebih netral dan maskulin di kamar tidur berkonsep industrial.

Black barrel for nightstand

Atau Anda juga bisa menggunakan batako putih yang disusun sedemikian rupa agar selain berfungsi sebagai nightstand juga dapat digunakan sebagai rak penempatan buku maupun bunga.

White concrete bricks for urban style nightstand

Setelah nightstand, aksesoris lainnya adalah lampu. Aksesori lampu yang biasa diletakkan di nightstand, dapat dipasang dengan cara menggantung di bagian atas ranjang.

Decorative hanging lamp

Cara lain adalah dengan menggunakan lampu dengan modifikasi pipa yang dipasang di dinding dan mengarah ke ranjang dan berfungsi untuk lampu baca.

Decorative industrial lamp

Kaca yang digunakan untuk aksesori dalam kamar tidur berkonsep industrial dapat berupa kaca besar berpigura kayu ataupun metal yang dipasang dengan cara digantung di dinding maupun diletakkan di lantai dan disandarkan di dinding.

Decorative hanging mirror
Decorative standing lamp

Jika tidak menggunakan wardrobe untuk menyimpan pakaian, Anda dapat menggunakan gantungan pipa.

Clothes hanger stand

Begitu pun buku juga dapat disimpan dengan menggunakan rak pipa besi alih-alih menggunakan rak kayu.

Decorative bookshelf

Oke, sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

Photo credit (link on picture):
mood.com.br // dwell.com // imagesingrayscale.tumblr.com // thenew.nz // homedit.com // hunker.com // rackbuddy.dk // postris.com

Blog, Interior

Industrial Design untuk Kamar Tidur

Industrial design untuk tema interior selalui memukau saya, entah kenapa. Eh, mungkin karena sering nonton film bule kali ya, bule Eropa atau Amerika bukan bule Asia, jadi membuat diriku ini seringkali terbawa suasana di dalamnya, gitu. Suka sekali dengan gaya industrial yang pada umumnya memakai dinding ekspos batu bata, frame besi untuk kusen jendela yang jendelanya super gede dan model plafon atau lantai yang unfinished.

Tapi setelah saya pikir-pikir lagi, hal paling mendasar yang membuat saya jatuh cinta adalah karena tema industrial itu lebih maskulin tapi tetap masih ada unsur hangat dan bersahabat, dikiranya jargon radio. Tidak seperti tema gothic yang cenderung terlalu gelap kadang mistis dan maskulin, atau tema rustic yang hangat hangat tai kucing tapi tidak terlalu maskulin.

Industrial room

Nah, model interior seperti itu yang sering saya idam-idamkan untuk tempat tinggal nanti kalo saya punya apartemen sendiri, yaelah kapan. Kalau Anda sudah pernah nonton filmnya Anne Hathaway dan Robert de Niro yang berjudul The Intern dan yang kebetulan juga sudah pernah saya review interiornya di sini, beuuhh… saya jatuh cinta setengah mati dengan interior kantornya. Office’s interior design in white industrial concept with a little bit modern furniture accents. Top!

Nah, berhubung saya lagi demen-demennya nih sama interior style yang berbau industrial, ini loo… saya mau berbagi gambar-gambar kamar tidur yang bernuansa industrial. Semoga kelak saya bisa bikin kamar dengan konsep seperti ini dan pasangan nanti juga mau-mau aja kalau kamarnya dibikin gitu. Setdah, curcol.

Unfinished wall of industrial design bedroom.

Cara paling sederhana, namun tidak semudah membalik telapak tangan, karena logikanya harus menggunakan tukang untuk mewujudkan mimpi membangun kamar tidur industrial adalah dengan membiarkan dinding dengan tampilan unfinished berupa semen. Untuk lantai, Anda dapat membiarkannya seperti finishing dinding atau dapat juga menggunakan lantai kayu untuk kesan yang lebih hangat. Plafon dapat dicat dengan warna putih agar interior tampak lebih terang dan frame jendela dapat menggunakan warna hitam. Tanpa perabot yang berlebihan, Anda sudah bisa membuat industrial bedroom untuk tema kamar tidur.

Exposed brick wall

Atau jika tidak ingin menggunakan dinding dengan finishing semen, Anda dapat menerapkan ekspos batu bata di salah satu dinding. Semisal di bagian belakang tempat tidur sebagai salah satu elemen desain yang menarik. Untuk night lamp, Anda dapat menggunakan lampu bohlam sederhana yang digantung di atas nightstand.

White brick wall

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan dinding ekspos batu bata bercat putih yang dikombinasi dengan dinding polos berwarna hitam. Kombinasi ini akan membuat kamar tidur berkonsep industrial terlihat lebih bersih dan sedikit modern. Terlebih bila dipadu dengan plafon kayu dan aksesori interior seperti lampu modern dan gambar berupa quote dengan warna dasar putih seputih hati ini.

Modern industrial design of bedroom

Untuk nuansa yang lebih modern lagi, dinding ekspos di bagian belakang headboard dapat ditambahkan dengan invisible light. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan mural berupa quote yang langsung diaplikasikan di dinding. Aksesoris interior seperti hanging shelf atau modern industrial lamp yang digantung di plafon juga dapat digunakan untuk menghias kamar tidur. Hindari untuk menggantung mantan di plafon.

Industrial and scandinavian design of white bedroom

Bagi pecinta konsep Scandinavian, dapat juga mengkombinasikan tema industrial dengan sedikit sentuhan skandinavian di dalam kamar tidur. Anda dapat menggunakan kamar dengan konsep all-in-white yang merupakan ciri khas dari Scandinavian style, tapi dengan bentukan ruang interior industrial yang terlihat di model jendela dan plafon yang digunakan, serta aksesoris seperti pintu untuk headboard dan rak besi untuk tempat penyimpanan. Setelah itu tambahkan aksen bangku kayu dengan finishing natural untuk menguatkan sentuhan skandinavian pada interior kamar tidur berkonsep industrial.

Classic bedroom with exposed brick wall

Nah, untuk pecinta klasik yang memiliki keinginan terpendam ber-kamartidur-kan ruangan bertema industrial, Anda masih bisa mengkombinasikan ruangan industrial dengan perabot klasik yang Anda miliki. Alih-alih menggunakan ruangan klasik yang umumnya menggunakan dinding berukir dan berwarna salem seperti misalnya krem, putih tulang, atau warna klasik lain, Anda bisa coba dengan dinding ekspos batu bata berkombinasi finishing semen yang unfinished. Nah lo, finishing yang unfinished.

Vintage and industrial design bedroom

Tak ketinggalan untuk kawula muda pecinta vintage, kamar industrial pun akan lebih cantik dan menarik jika dipadu dengan ranjang berbentuk rangkaian pipa besi. Bisa menggunakan warna hitam, abu-abu atau putih sesuai kondisi hati yang diinginkan.

Seperti yang kita tahu, memang kamar tidur dengan tema industrial ini lebih cenderung berefek maskulin. Untuk itu jika ada pasangan yang belum sepakat, misalnya si cowok ingin tema maskulin tapi si cewek tidak, maka jalan tengah yang dapat diambil mungkin dapat menggunakan interior bertema industrial tapi menggunakan bed sheet berupa bunga-bunga seperti gambar di bawah ini. Jangan sampai karena konsep kamar yang tak kunjung ketemu, jadi berpisah sebelum menikah ya.

Floral bed sheet of industrial design bedroom

Mmm.. tapi jujurly, kalau melihat gambar di atas kok mata saya ga kepengen melek ya. Mungkin lebih baik seperti gambar di bawah. Tidak perlu menggunakan motif bunga, cukup dengan pemilihan warna saja. Tapi ya kembali, sesuai dengan selera yang menggunakan. Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

Vintage bedroom

 

 

Photo credit (link on picture):
candnphoto.wordpress.com // trendland.com // muralswallpaper.co.uk // pinterest.com/futuristarch // casinhacolorida-simone.blogspot.co.id // theultralinx.com // imgfave.com //  bloglovin.com // mywarehousehome.com

Blog, Interior

Home Library

Adalah salah satu cita-cita saya yang punya hobi membaca untuk memiliki perpustakaan pribadi di rumah sendiri suatu hari nanti (aamiin). Permasalahan muncul ketika kita tidak memiliki space yang terlalu luas seluas benua Asia untuk membuat salah satu ruangan tersendiri  yang difungsikan sebagai perpustakaan pribadi atau istilah kerennya home library.

Namun, tidak usah berkecil hati dan berputus asa, apalagi menimbun kembali mimpi untuk membuat perpustakaan di rumah tinggal sendiri. Ini loo… beberapa ide desain perpustakaan rumah yang tidak menyita terlalu banyak tempat yang sudah saya kumpulkan . Hitung-hitung sebagai ikhtiar dan doa agar mimpi saya untuk memiliki home library bisa tercapai suatu hari nanti (AAMIIN). Bolehlah ikhtiar ngumpulin foto desainnya dulu (dan ngumpulin buku tentunya).

Rak buku di koridor rumah tinggal
Rak buku di koridor rumah tinggal

Area koridor merupakan area yang sangat tepat untuk meletakkan rak buku yang menjulang tinggi di dinding daripada dibiarkan kosong tanpa fungsi seperti hati para jomblo yang sepi sendiri. Namun untuk kebutuhan itu, Anda perlu membuat koridor yang lebih lebar dari biasanya. Bisa menggunakan lebar 140-150 cm, 120 cm untuk area sirkulasi dua orang dan 20-30 cm untuk lebar rak buku.

Custom Home Library Design
Rak dinding diagonal

Rak buku yang tidak biasa juga dapat diaplikasikan di salah satu dinding ruangan, misalnya ruang tamu atau ruang keluarga. Dengan begitu, selain memiliki area perpustakaan di salah satu ruang, rak buku juga dapat menjadi salah satu elemen desain yang dapat menarik perhatian, terutama bila dilengkapi dengan lampu downlight.

03
Rak dinding belakang tangga

Nah, untuk yang memiliki rumah dua lantai, area penempatan buku juga dapat diletakkan di bagian belakang tangga. Tempatkan sofa tepat di bawah tangga agar area tersebut memiliki fungsi lebih sebagai area duduk untuk home library Anda.

04.jpg
Rak buku anak tangga

Tak hanya dinding belakang tangga, anak tangga pun dapat juga berfungsi sebagai rak buku yang unik dan menarik. Untuk menggunakan konsep ini, Anda membutuhkan anak tangga yang lebih panjang dari ukuran standar. Hal ini dapat memungkinkan untuk Anda menggunakan anak tangga tersebut untuk tempat duduk ketika sedang membaca.

05
Rak buku belakang headboard

Untuk Anda yang memiliki apartemen atau loft dan tidak memiliki space yang dapat dibanggakan kehadirannya untuk difungsikan sebagai perpustakaan, tak perlu resah dan gelisah. Fungsikan saja area dinding di bagian belakang headboard tempat tidur untuk rak buku. Desain simple pun dapat menjadi elemen desain yang menarik. Selamat, Anda sudah menerapkan konsep less is more!

06.jpg
Rak buku bawah atap

Ruang bawah atap yang sering terlupakan seperti mantan juga dapat dimaksimalkan fungsinya dengan membuat perpustakaan mini. Tempatkan rak gantung rendah di salah satu dinding dan alas berupa karpet dan bantalan sebagai tempat untuk leyeh-leyeh sembari membaca buku.

07.jpg
Rak buku gantung

Untuk Anda yang memiliki rumah dengan langit-langit tinggi, setinggi cita-cita generasi muda untuk meraih mimpi, Anda dapat menempatkan rak buku di salah satu dinding dan dilengkapi dengan tangga geser. Konsep ini dapat difungsikan di beberapa area, seperti misalnya ruang tamu, ruang keluarga atau bahkan ruang makan. Tapi saya tidak terlalu menyarankan konsep ini diaplikasikan di kamar mandi atau garasi, kecuali jika Anda termasuk orang yang anti mainstream.

08.jpg
Rak buku island cabinet

Untuk ibu-ibu kutu buku yang hobi memasak dan sering menghabiskan waktu di dapur, bagian bawah island cabinet juga dapat difungsikan sebagai rak buku cantik, meskipun tidak bisa maju mundur, maju mundur cantik, duh! Hal ini juga memungkinkan untuk bar area digunakan sebagai ruang baca di dapur.

Inilah kumpulan ide home library di space yang terbatas untuk rumah tinggal. Baca juga Built-in Furniture Storage untuk tambahan koleksi ide Anda. Sekian dan terima kasih, semoga bermanfaat artikelnya!

 

Photo credit (link on picture):
media.bookbub.com // servicecentral.com.au // jenny.gr // bookshelfporn.com // cupofjo.com // homemydesign.com // glamshelf.com // carlaaston.com

Blog, Interior

Built-in Furniture: Cabinet

We can use unfamiliar furniture construction to add several functions in the built-in cabinet and also to increase its value. Usually, this extra design function is implemented in cabinet that is located around stairs, kitchen cabinet, and even wardrobe.

(1) Upward Door Cabinet

Drawer construction is usually used in stairs. However, to have wider and deeper space, it is also possible to use door that opens upward (could be placed in balustrade).

(2) TV Cabinet Under The Stairs

To maximize the function of built-in cabinet at below-stairs area, we can use the available space for TV cabinet. Instead of using a pulling door to close the door during the use, we can substitute it with a folding door. A folding door has wider range compares to a pulling door so that the space inside the TV cabinet can be freed from the divider.

(3) Shoe Rack

Adding shoe rack in a built-in wardrobe is also possible. But to save space, it is better to use shelf with rail so the shelf opening is by pulling the shelf towards us.

(4) High Cabinet in Kitchen

The same application as the shoe rack is also applicable in the kitchen. It is possible to use this kind of shelf for bottle container, and even the spices container.

(5) Cabinet in Laundry Room

We can also apply built-in cabinet in the laundry room. A simple design below a window that the space within can be used to put the washing machine. And then, the hanging cabinet is put around the window.

Photo credit :
pinterest.com // iconhomedesign.com // deavita.net // drinkbaar.com